Langsung ke konten utama

Postingan

Raziq, dan (Calon Adiknya)

Jika boleh jujur, maka akan terlontar 2016 adalah tahun penuh Ujian dan Tantangan. Belum ada yang istimewa di awal tahun. Memegang tugas baru sebagai "pilot" fundraising retail, tanpa experience dan tanpa referensi menjadikan saya belajar cepat. Kelola karakter baru, kelola tim baru. Wahana pembelajaran pun berlanjut menanti di tahun ini. Di daulat sebagai ketua panitia ramadhan Dompet Dhuafa 1437 H, sungguh oh sungguh. Tantangan yang perlu ditaklukan. Siapapun yang pernah memegang amanah ini, tahu betul tingkat stress yang timbul. Apalagi adaptasi struktur organisasi lembaga yang baru menambah daya tahan Tantangan meningkat. Maret hingga Agustus, 5 bulan penuh belajar. Persiapan hingga laporan. Belajar bersabar, kelola puluhan tim untuk gapai 1 target. Masih dipertengahan tahun, tanpa sadar SIM A dan SIM C lewat masa berlaku. Berliku, untuk hindari razia dan aparat. Setiap pekan lewatkan prosesi tes ke kantor polisi uji SIM. Sempat digoda "oknum" untuk jalan pin...

Kisah Romantis

Seeettt, ndak sengaja mata tertuju padamu. Sempat terfikir, apa benar ada fenomena bidadari turun ke bumi?! Cantikmu sungguh mempesona siang itu. Mungkin karna tak lepas aliran air wudhu yg tak kau sapu, layaknya cerita Khodijah RA soal suaminya - Rosululloh Muhammad yg tak pernah menyapu air diwajahnya sesudah berwudhu. Soal waktu itu. Aku ingat sekali, awal agustus di sebuah gedung daerah sudirman. Tepat di lantai 10, durasi 400 meter dari ruang pintu perusahaanmu. Dan jika tak salah ingat, usiamu 22 tahun. Tepat 2 bulan 8 hari jelang usiamu 23 tahun. Yang menarik, lepas 8 hari setelah pertemuan pertama kita, kusisipkan niat baikku untuk mengAkadmu. Entah sadar atau tanpa, kau terima pinangku. Wahai zat yang lembut hatinya, kini usiamu bertambah 3 sejak saat itu. Artinya, 3 tahun sudah kau tidur disampingku. 3 tahun pada akhirnya kumampu penuhi hasratku akanmu. Hasrat, untuk cium lembut keningmu saat setelah Sholat malam kita berdua. Hanya kau, aku, dan para malaikat. Tentu, seka...

Bulu Kuduk Berdiri karna Si Ojek Online

Tidak sampai seminggu, pengungsi menginjak angka 6000an, 34 jiwa dinyatakan meninggal, belum lagi korban dan kerugian lainnya. Garut di September yang membuat duka. Lepas 3 hari bencana, kang Asep - salah seorang komandan Disaster Management Centre DD mengabarkan. Beberapa komunitas ojek online minta ketemu malam ini (23/9) di bulungan, Blok M. Bersyukur mas Riandi, mas Eko, dan mas Kholid Manager Area wilayah Jabodetabek menyempatkan hadir menjemput niat baik. Keesokan hari tetiba saya diundang dalam grup Whatsapp "Pray For Garut". "Haduuh, grup apalagi inih". Gumam saya yg merasa hp semakin berat karna grup anu itu. Semua saling menyapa dan saling kenalkan diri. Rupanya, gabungan ojek online (gojek, grabbike, dan uber) dari berbagai wilayah di Jabodetabek. Tidak pernah lepas satu chat pun yg terlewat. Satu per satu saya pelajari karakter rekan2 tersebut. Ada yang curhat soal hitungan pendapatan, pun ada yg apatis tetiba left dari grup. Meski tidak sedikit yang...

Jejak Seribu Langkah di Negeri Seribu Sungai

"Tahun lalu yang buat saya terenyuh Mas Boy, pas diberikan bungkusan daging sapi di daerah barito koala - Banjarmasin, sampai ada kegirangan banget", sisip Ust. Baihaqi - Mitra Tebar Hewan Kurban DD wilayah Banjarmasin. Sepanjang perjalanan Ustadz bicara banyak soal tebar kurban. Termasuk cerita soal kedekatan dengan Mas Jamil Azzaini, yang dulu mengurus THK DD di awal2. Bagian sejarah masuknya tebar kurban di Banjarmasin. Ustadz yang alumni IPB, kini mengelola sebuah yayasan disini (banjarmasin, red). Dari suntikan satu buah sapi dari THK DD di awal tahun 2000an, kini melesat hingga puluhan Sapi yang dikelola. Yang kawal adalah para peternak lokal. Pelatihan peternak agar ternak bisa sehat dan berkualitas tetap dikawal sahabat dari Kampoeng Ternak Dompet Dhuafa. Perjalanan menuju Tebing Rimba, salah satu pelosok Banjarmasin tempuh dua jam lebih. Artinya lebih dari 200 kilo bisa sampai tempat ini. Tak lepas, pemandangan sungai tak putus. Sesekali hutan menjadi destinasi. L...

Kali Kedua, Indonesia Rayakan Miladmu Nak...

Demi daya juang bundamu yg menjaga lembut janinnya berdurasi 9 bulan Demi bundamu pula yang mengadu hidup dan mati saat kau paksa tampakan wujudmu ke dunia Demi Harmoni Takbir yang ku-kumandankan di telinga saat kau menangis kali pertama Demi hadir dan tawamu, yang kau sisihkan waktu rehat malamku untuk gantikan popok setiap 2 jam sekali Demi senyum surgamu yang menghampiri saatku lelah mencari nafkah atas dunia yang penuh sandiwara Demi mataku yang berkaca saat melihatmu merangkak kemudian berjalan dan kini berlari Demi hatiku yang bergetar saat kau lafadzkan panggilan kepada kami; bundaa.. abii... Demi gayamu yang kini teramat banyak. Dan kupelajari satu per satu. Dan semakin kupelajari. Semakin tersenyum ku dibuatmu Demi rangkaian Keagungan Tuhan kita, maka amanah atas dirimu tiba di kami dua tahun lalu; 17 Agustus 2014, Pukul 21.49 Waktu Indonesia Bekasi. Demi seiring teriakan kumandan upacara, dan lantunan 17 Agustus, kau Milad yang KEDUA naak....

Gotong Kurban Ke Sudut Indonesia

"Terima Kasih Tebar Hewan Kurban", ujar Pak Sugeng warga Desa Kalipadang Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Bagaimana tidak, daging emas yang hanya dirasakan setahun sekali ini memang begitu special. Keluarga yang tinggal di rumah kayu dan beralaskan semen telanjang tersebut biasa mendapatkan 3-5 kg daging kambing hanya setahun sekali. Pak Sugeng mengaku biasa memanfaatkan daging tersebut untuk dimasak dan dinikmati bersama istri dan ketiga anaknya. Pak Sugeng merupakan salah satu dari ribuan Kepala Keluarga penerima daging Tebar Hewan Kurban (THK) di Indonesia. Khususnya di Provinsi Bengkulu, terdapat 40 desa yang mendapatkan daging kurban dari donatur yang menitipkan kurbannya ke THK Dompet Dhuafa. Masing-masing desa mendapatkan 4-5 ekor kambing dari total keseluruhan 200 ekor distribusi THK DD di Bengkulu. Lusiyanto, ketua Himpunan Peternak Indonesia yang juga merupakan mitra THK DD mengaku sangat berterima kasih atas kepercayaan donatu...

Backstage : Kejebak Untung

Setelah usai dan terbilang sukses pada Halal Bihalal Tokoh dan elemet ummat 1436 H lalu, tahun ini kembali diadakan. Ada beban moral yg lebih kuat di tahun ini. Pak Ahmad selaku Presiden Direktur DD disematkan sebagai ketua pelaksana acara. Sebulan panitia disiapkan, dibagilah tugas masing-masing. Hingga akhirnya H-2 acara, semua ornamen acara sudah sangat baik disiapkan oleh teman2 muda Dompet Dhuafa. Ada satu hal yg masih ganjal, MC cowok untuk mendampingi Mbak Terry Putri belum siap. Syahrul gunawan, steni agustav dan beberapa Volunteer DD coba diupayakan. Namun tetiba jelang dua hari semua berhalangan. Munculah nama Ricky perdana. Sontak LO yang bertugas segera hubungi. Sore, jelang sehari perhelatan, saya dihubungi oleh mas Affan - floor director acara nanti. Bernego untuk memenuhi kuota MC yang rupanya belum ditemukan. Tak lama terdengar suara mas Romi - General Manager Corporate Secretary DD. "Mas boy, mohon maaf sebelumnya. Melihat situasi, sepertinya kita tidak ada budg...