Brief Keberangkatan “Misi bantuan ke Palestina adalah misi khusus. Perjalanan paling berat dan menenangkan Adalah misi kemanusiaan menuju Gaza. Musuh dan aktivitasnya jelas”, Kalimat pembuka salah seorang diaspora Gaza sesaat sebelum kami siap berangkat. Catatan Perjalanan Kemanusiaan (I). Satu ruangan seolah hening, saat seorang diasporan Gaza lainnya berkomentar, namun ada jeda; terisak karna memori masih jelas di ingatan saat masuk ke tanah perjuangan. Tanah suci yang banyak tertuang di agama dengan segala perjuangannya. Di saat kami mengkhwatirkan keluarga, beliau memberikan testimoni begini, “Bicara Palestina soal keberkahan. Jadi kita dan keluarga dijamin oleh Allah dalam lindunganNya” . Hati yang sebelumnya agak kencang, reda sejenak agak lapang dengan pesan tersebut. Pimpinan tertinggi lembaga, turut menyisip pesan agak dalam; “Lakukan penyaluran bantuan dengan smart dan bermartabat” . Penyaluran program yang bermartabat memang menjadi mandatori lembaga sa...
"Boy, bisa kesini sebentar dan bawa tas kamu", panggil wali kelas SD ku sesaat setelah jam 9 pagi. Disamping Ibu Wali kelas, kulihat tante tiwi. Adik ipar ayah dengan murungnya. Boy, kita pulang ya. Ada uni (kakakku satu2nya) sudah di mobil. Pikiran kosong di bocah usia 8 tahun saat itu. Durasi 35 menit dari sekolah dasarku menuju rumah. Serangkaian bendera kuning terpasang di tiang2 listrik. Lagi, pikiran kosong bocah 8 tahun. Ada tenda biru terpampang depan rumah dengan kakek dan keluarga besar duduk tepat dibawah tenda. Sayangnya, lagi, pikiran kosong bocah 8 tahun. Sampai akhirnya, aku dan uni berlari menuju sosok terbujur diatas tempat tidur yang biasa kami tiduri. Tanpa sadar, teriakan bocah 8 & 11 tahun pecaah. Innalillahi wainnaillaihi rojiuuun. Telah berpulang Ayah kami. November 1995 saat itu. 5 hari jelang Umi milad ke-45. Hadiah dan ujian terindah yang ditaruh diatas beban seorang UMI, PNS pemda DKI dengan ijazah SPG nya (setara SMA). Jangan berekspetasi ...